Heru Budi Hartono Jalani Evaluasi di Kemendagri, Proyek ITF yang Disetop jadi Sorotan

Berita92 Dilihat

Jumat, 11 Agustus 2023 – 01:30 WIB

Jakarta – Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah selesai menjalani evaluasi sejak menjabat sebagai Kepala Daerah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Total dia dicecar 20 pertanyaan dari dua orang evaluator.

Baca Juga :

Penjabat Gubernur DKI Minta Masyarakat Ikut Bantu Mengurangi Polusi Udara di Jakarta

“Ini (evaluasi) yang ketiga. Jadi ada beberapa pertanyaan. Bukan beberapa ya, satu evaluator bertanya kurang lebih dua, kalau ada 11 berarti ada 22 sekian,” ujar Heru kepada wartawan di Inspektorat Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Agustus 2023.

Selain itu, lanjut Heru, pada evaluasi ketiga ini ada sejumlah poin yang disampaikan Kemendagri. Antara lain, perihal stunting, kemiskinan, hingga yang terbaru soal proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.

Baca Juga :

Pertamina Dorong Kolaborasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Kawasan Bantar Gebang

“Stunting, kemiskinan, semua deh 20-an. Ada yang kasih saran. Ya saran kita terima, termasuk juga tadi terkait dengan penanganan banjir ya jangan lupa untuk mengeruk kali-kali yang kecil-kecil, kira-kira gitu yang di Utara. Kemudian berikutnya yang rame-rame hari ini (ITF Sunter),” jelas Heru.

Heru menjelaskan, ada sejumlah saran yang diberikan Kemendagri kepada Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI ihwal pembatalan proyek ITF Sunter. Namun, Heru tidak merinci saran yang dimaksud.

Baca Juga :

Pernah Saat Pandemi, Heru Budi Yakin Kerja WFH ASN Pemprov DKI Akan Efektif

Mantan Wali Kota Jakarta Utara itu mengaku Kemendagri mengikuti kebijakan yang diambil oleh Pemprov DKI. Selain itu, pihaknya juga yang paling mengetahui seluk beluk pembangunan ITF Sunter.

“Ya itu. Ya saran-saran beliau bagus. Sudah gitu aja. Mereka mengikuti kebijakan Pemda DKI. Ya diserahkan ke pemda. Kan pemda yang tahu,” ujarnya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *